Kamis, 01 November 2012

Bu Endang, Pesantren Jancukan dan Negeri Pret


Sebelum menulis ini saya sudah ijin kepadanya, untuk menulis dan memuat di blog internet. Namanya Sri Endang Maryati. Orang-orang biasa memanggil Bu Endang. Usianya di atas 50 tahun. Ia seorang janda, sudah lama ditinggal suaminya meninggal dunia. Bu Endang telah mengalami peristiwa luar biasa.

Pada tanggal 3 Mei 2009, sekitar jam 18.00 WIB (setelah adzan maghrib), sekelompok santri Pondok Pesantren Al Fatah di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, mendatangi rumah Bu Endang yang berada di dekat pesantren tersebut. Para santri yang berjumlah sekitar 20 orang itu membakar rumah Bu Endang, menyirami dengan bensin dan menyulut dengan api. Khoiriyawan, salah seorang saksi, melihat para santri tersebut berlarian lalu-lalang, berteriak takbir “Allohu Akbar!” bahkan menyiram tubuh anak lelaki Bu Endang bernama Muhammad Zarkasi dengan bensin dan membakarnya, hingga beberapa hari selanjutnya Zarkasi meninggal dunia karena luka bakar yang berat.

Apa sebabnya? Menurut keterangan Bu Endang, anak lelakinya yang masih muda dan belum menikah itu menyatakan mengundurkan diri sebagai ustadz di Pesantren Al Fatah tersebut karena terjadi perselisihan dengan salah satu pengasuh pesantren tersebut yang biasa dipanggil Gus Bed (Kyai Ubaidillah Ahror). Pesantren tersebut dipimpin oleh Kyai Uzairon Thoifur Abdillah atau biasa disebut Gus Ron, saudara tua Gus Bed. Bu Endang pernah bercerita bahwa sang kyai ini orangnya baik, tetapi dalam komunikasi dengan pihak luar selalu diganjal oleh Gus Bed.

Zarkasi, anak lelaki Bu Endang, mempunyai usaha jual-beli handphone (HP) dan asesorisnya, karena menurutnya gajinya sebagai guru atau ustadz di Pesantren Al Fatah hanya sekitar Rp 350.000,- per bulan. Namun tampaknya Gus Bet tidak suka, sehingga memfatwa haram stand jual-beli HP yang ada di rumah Bu Endang tersebut, dan memberi pilihan kepada Zarkasi: “Pilih tetap menjadi guru mengaji di Pesantren Al Fatah atau keluar dari pesantren?” Zarkasi memilih keluar dari pesantren karena ingin mengembangkan diri.
Namun rupanya tidak berhenti di situ. Zarkasi yang ganteng, lugu dan jujur serta hafidz Quran itu difitnah, seolah-olah telah menghamili seorang santri putri pesantren tersebut. Zarkasi yang difitnah menantang agar santri putri tersebut didatangkan bersama-sama dengan orang tuanya. “Jika terbukti saya yang membuatnya hamil, saya akan bertanggung jawab. Saya harus bertemu dengan santri putri bernama Halimah tersebut, sebab bagaimana mungkin saya menghamili dia jika selama ini sudah sekitar 8 bulan saya tidak pernah bertemu dengannya?” Begitu kurang lebih tanggapan Zarkasi.

Permintaan agar pesantren mendatangkan Halimah dan orang tuanya tidak dipenuhi oleh Pesantren Al Fatah, namun malah dilakukan perbuatan keji berupa pembakaran rumah Bu Endang yang mengakibatkan bangunan rumah dan isinya ludes terbakar.

Kasus itu segera ditangani oleh Kepolisian, lalu ditetapkan 14 orang santri sebagai tersangka, yang selanjutnya oleh Kejaksaan diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Magetan untuk diadili. Hakim PN Magetan yang mengadili perkara tersebut menjatuhkan hukuman kepada para terdakwa masing-masing 1 (satu) tahun penjara. Bu Endang protes, bagaimana kejahatan keji seperti itu, yang juga menewaskan anaknya, hanya diganjar hukuman setahun, seperti hukuman kepada pencuri kambing? Tapi begitulah hukum di negara ini, hukum alay, hukum pret. Putusan tersebut dikuatkan di tingkat banding dan kasasi.

Bu Endang terus berjuang, dibantu oleh KONTRAS, juga oleh lembaga negara Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Perjuangan Bu Endang tersebut guna meminta pertanggungjawaban Pesantren Al Fatah atas kerugian kehancuran rumah dan usahanya. Hingga kini Bu Endang masih tinggal di sisa bangunan bagian belakang yang sudah diperbaiki. Ia kehilangan modal kerjanya berupa peralatan rias penganten yang ikut terbakar bersama rumahnya. Kini Bu Endang tidak bekerja, karena kehilangan pekerjaannya.

Pihak Pesantren Al Fatah Temboro tampaknya sudah tutup mata, hati dan jiwa. Pernah Majelis Ulama Indonesia (MUI) memediasi masalah itu, tapi tidak dianggap oleh pihak Pesantren Al Fatah. Begitu pula undangan Komnas HAM juga tidak dianggap pihak pesantren tersebut. Boleh dikata, lembaga ulama dan lembaga negara juga tidak digubris.

Bu Endang dan Khoiriyawan sama-sama mengatakan bahwa Pesantren Al Fatah tersebut tidak mau tunduk kepada negara dan hidup dengan membuat hukum sendiri. Ada kebiasaan berbuat main hakim sendiri jika ada suatu masalah. Pernah secara sepihak menjadikan Desa Temboro sebagai “kawasan berbusana muslim.” Namun sejak kasus yang menimpa Bu Endang tersebut terjadi, spanduk-spanduk penetapan kawasan tersebut dilepasi semua.

Penetapan kawasan berbusana muslim, tanpa ijin negara tersebut, bertolak belakang dengan perilaku pesantren yang menggunakan jalan kekerasan, membuat firnah, membakar rumah orang dan membunuh Zarkasi dengan keji. Tentu saja itu bertolak belakang dengan ajaran Islam itu sendiri. Jika dibahasakan secara terus terang oleh orang Surabaya (termasuk saya), bisa disebut itu sebagai pesantren jancukan!

Hal yang biasa dalam hukum adalah: Kepolisian tidak mau menyentuh otak intelektual kasus tersebut. Berdasarkan keterangan para saksi yang saya periksa, para santri hidup di dalam komplek pesantren, keluar-masuk pesantren harus ijin dan tidak bebas. Lalu mengapa mereka bebas secara berjamaah membakar rumah Bu Endang?

Pemerintah Kabupaten Magetan juga terlalu lembek menyikapi masalah itu. Tidak ada kebijakan tegas untuk menertibkan Pesantren Al Fatah. Kementerian Agama juga begitu, sudah mengetahui pesantren dijadikan cara hidup seperti itu, juga tidak melakukan apa-apa. Apalagi orang-orang setempat menginformasikan bahwa santri putri di situ juga dikawini oleh pengasuh pesantren dijadikan isteri kedua. Apakah hal itu semata-mata kerelaan suka sama suka, atau ada pengaruh-pengaruh kekuasaan tertentu, tidak ada yang tahu.

Seharusnya negara mengontrol pondok pesantren yang mengelola puluhan ribu santri laki-laki dan perempuan itu, apalagi mayoritas mereka berasal dari luar Magetan. Kontrol tersebut dimaksudkan untuk melindungi para santri tersebut dari hukum rimba yang berlaku di pesantren tersebut. Apalagi jika pendidikan pesantren itu menimbulkan watak-watak kekerasan seperti itu. Itulah penguasa negeri ini, yang dalam banyak hal adalah penguasa pret alias plekethek. Sudah korupsinya tak pernah pudar, juga abai terhadap keselamatan rakyatnya.

Menurut penuturan Bu Endang, berdasarkan keterangan anaknya, Zarkasi almarhum yang pernah menjadi ustadz di Pesantren Al Fatah, Pesantren Al Fatah itu bagian dari Jamaah Tabligh yang berpusat di India.

Di jaman kolonial, sejarah menceritakan bagaimana peran pondok-pondok pesantren dalam memperjuangkan kemerdekaan, melahirkan para tokoh yang bijaksana seperti K.H. Hasyim Ashari, K.H. Wachid Hasyim, K.H. Achmad Dahlan, dan lain-lain. Tetapi di jaman reformasi ini sudah tidak karuan lagi. Mungkin masih banyak pesantren yang bagus. Namun banyaknya aliran garis keras yang menyimpang dari tuntunan Islam, dengan hukum rimbanya seperti itu, kian menyedihkan, sebab itu menjadi masalah baru dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Jika negara ini kuat dan keadilannya tegak, pemerintah sudah melakukan paksaan pemerintahan agar Pesantren Al Fatah Temboro untuk memulihkan kerugian yang diderita oleh Bu Endang. Jika pesantren itu tidak tunduk kepada keputusan keadilan negara, maka harus dibubarkan! Ribuan santrinya bisa dipindahkan ke pesantren yang lebih beradab, agar mereka selamat dari pembentukan watak-watak yang tidak beradab, gampang memukul, membakar dan membunuh orang.

81 komentar:

endang srimaryati mengatakan...

betuuuul kyai tdk punya rasa pri kemanusiaan tukang kawin sekarang main perempuan bukan hanya dua sekrg empat tks

Vira Rasya mengatakan...

artikel ini memang menyatakan kekesalan terhadap pondok pesantren itu,. tapi saya tidak menyalahkannya..
karena, saya sendiripun merasakannya..
saya dituduh berzina dengan adik saya sendiri, tanpa mereka bertanya lagi apa status saya dengan adik saya..
adik saya dipukuli dan ditendang di hadapan saya..
jika anda menjadi saya, apa yang akan anda lakukan? hanya diam dengan hati teriris?
kekerasan memang lumrah disana..
sebelumnya, zarkasi pernah dipukuli sampai pendengarannya terganggu.. di artikel ini memang tidak dicritakan, tapi itu benar adanya.. 2tahun sebelum dibakar, USTADZ FATHONI (tangan kanan Gus Bed) yang memukulinya..
teman saya juga pernah difitnah menonton video porno, dan dicambuk sampai berdarah..
terlalu banyak kejadian seperti ini di pesantren ini..
saya berharap pemerintah benar2 melirik ke pesantren ini.. jika memang tidak mau dibubarkan, tolonglah HENTIKAN semua kekerasan itu.. toh, Nabi Muhammad saja tidak pernah berpegang pada kekerasan dalam berdakwah ?

dzul syifaulmubarok mengatakan...

Setlh sy baca blog ini isinya sangat jauh berbeda dengn cerita masyarakt temboro sendiri, bahkan sebaliknya.. pingin tau asli ceritanya..? tanyakan langsung ke tetangga2 korban at masyarakt temboro..pasti sangat jauh berbeda, krn sy sendiri mendapat cerita langsung dari masyarakat temboro dan juga cerita dari pondok pesantren sendiri.. bahkan dari sdr yg msh ada hub keluarga dgn Bu Endang...
Tapi sy tidak mau membahas aib org..

Secara akal orang awam aja bisa menyimpulkan..."Seandainya Pondok Pesantren pada kenyataannya seperti yg di ceritakn blog di atas.. tentulah masyarakat telah memusuhi pesantren dan para orang tua wali akan menarik anak2 mrk dari pesantren... tapi kenyataannya tidak.. bahkan sebaliknya jumlah santri melonjak naik.

Semoga yg buat blog ini dapat hidayah...

Anonim mengatakan...

Saya sarankan untuk mencari informasi dari banyak sumber khususnya masyarakat temboro sendiri, bukan hanya dari satu atau dua narasumber. Saya juga tahu banyak hal soal kasus almarhum zarkasi tapi tidak ingin membuka cerita2 tersebut ke publik.

Tertanda, Mantune wong mboro

Anonim mengatakan...

subhanallah tega sekali kalian jangan suka memfitnah,islam tidak melarang untuk punya istri 4 knp kalian mempersoalkanya,Saya sarankan untuk mencari informasi dari banyak sumber khususnya masyarakat temboro sendiri, bukan hanya dari satu atau dua narasumber.

Masyhudi mengatakan...

Apa yang dikatakan "dzul syifaulmubarok" itu bnar, karna aq sendiri adalah warga TEMBORO, berfikirah dewasa, jangan mudah membuat berita, yang kita sendiri hanya mencari berita secara sepihak,,,
Selama pengadian Akhirat blum di tegakkan, kita semua gak akan tau kebenaran sejati,,,
Aq berani menungguu sampai pengadilan itu tiba.... SIAPA YANG BENAR, DAN SIAPA YANG MEMBUAT FITNAH, Insya Allah akan di pertemukan,,,,

Anonim mengatakan...

mengapa ponpes tersebut muridnya melonjak naik ?
HAHAHAHHAA
satu bulan hanya membayar kurang dari 200.000 untuk biaya hidup anaknya ! siapa yang gak mau ?
itulah alasan mengapa muridnya melonjak !
tapi anak mereka diapakan ? di anggap seperti budak yang harus tunduk pada "orang-orang yang memerintah"
dan yang saya lihat, tidak banyak keluaran dari pesantren tersebut yang menjadi orang baik.
tidak perlu saya sebutkan. yang laki-laki banyak yang tidak mencerminkan kalau mereka pernah mencari ilmu agama! yang perempuan? tidak ada bedanya dengan perempuan yang tidak pernah mengenal agama
agama yang diajarkan kepada santri-santri memang tidak menyesatkan
dan tentang hal yang berkaitan dengan teroris seperti yang saya baca di artikel lain itu semuanya tidak benar jika mereka mengatakan kalau santri-santri di latih menjadi teroris.
seluruh ajaran yang diajarkan memang benar dan tidak menyesatkan
tapi, apakah benar yang dilakukan oleh santri-santri yang membakar zarkasi ?
apa kalian sudah berhak merenggut nyawa orang ?
apa kalian TUHAN ?
hukuman zina dalam agama saja tidak untuk membunuhnya jika dia belum menikah ! hanya dicambuk ! inilah yang membuat orang bertanya-tanya tentang ajaran sesatnya, bukan?
hukuman zina tidak pernah ada yang mengharuskan mereka membakar pezina!
dan yang saya sayangkan, MENGAPA KIAInya BEGITU SOMBONG ?
mengapa mereka tidak mau mengakui kesalahan mereka atas santri-santri tersebut?!
mengapa mereka bahkan tidak mengurus masalah ini seperti selayaknya mereka adalah pemimpin di ponpes tsb ?!
apakah mereka sudah merasa TERLALU BENAR dan TERLALU MENGETAHUI AGAMA?
SOMBONG ! itulah yang mereka lakukan !
ponpes al-fatah memang tidak akan pernah ditutup,karena ajaran agama yang diberikan tidak menyesatkan !
satu kesalahan al-fatah yang paling fatal !
mereka terlalu sombong untuk mengakui bahwa yang dilakukan oleh santri-santrinya salah!
jika saja mereka mau menemui wartawan yang meminta maaf atas yang terjadi, pasti tidak akan menyulut emosi apapun dari orang-orang.

Dzul syaifulmubarok, tidak mau membahas aib orang?
HAHAHAHAHA
alasan yang terlalu menggelikan !
seolah tidak mau membuka aib, padahal tidak tau apa-apa

"Secara akal orang awam aja bisa menyimpulkan..."Seandainya Pondok Pesantren pada kenyataannya seperti yg di ceritakn blog di atas.. tentulah masyarakat telah memusuhi pesantren dan para orang tua wali akan menarik anak2 mrk dari pesantren... tapi kenyataannya tidak.. bahkan sebaliknya jumlah santri melonjak naik."

AKAL siapa yang anda maksud?
HAHAHHA
saya sudah memaparkannya diatas mengapa ponpes muridnya melonjak naik.
orang tua murid tidak menarik anak mereka karena anak mereka tidak diapa2kan
sudah pernah anda bertanya kepada santri-santri ?
mereka tidak akan berkata jujur, karena mereka takut akan dimarah!
tapi jika anda adalah santri yang pernah mengalami kekerasan, lalu kalian bertemu dengan santri yang pernah mengalaminya juga, tentu disitulah mereka akan jujur.

Salsabila Mujahidah mengatakan...

saya mengetahui berita tentang zarkasi dari teman saya yang berada di ponpes, bahkan sampai saya menulis ini ia masih belajar di ponpes.
intinya, jika anda ingin belajar di ponpes ini, jangan pernah membuat salah apapun. karena, tidak membuat masalah saja anda sudah bisa dituduh-tuduh dengan tuduhan yang keji!
sayapun masih terngiang-ngiang ucapan salah satu ustad disana yang dilontarkan secara frontal dihadapan para pengurus perempuan di majelis malam saat semua orang 'taqror' , "COBA PERIKSA SIRWALNYA, MASIH ADA MANI-NYA GAK?"
ustad itu memang belajar agama, tapi tidak belajar sopan santun. atau mungkin , dia terlalu kampungan ? yah walllahu a'lam

Masyhudi, jika memang mereka juga menyadari bahwa tidak ada kebenaran yang sejati sebelum pengadilan akhirat di tegakkan, mengapa mereka tidak meminta maaf pada keluarga zarkasi ? karena yang dilakukan santri-santri itu tidak benar?

teman saya yang juga pernah mengalami kekerasan karena FITNAH yang dituduhkan pada mereka mengatakan pada saya bahwa dia adalah salah satu murid zarkasi.
oh iya, teman saya ini juga pernah diusir dari ponpes karena dia menyangkal tuduhan yang dituduhkan padanya setelah ia dipukuli sampai berdarah dipesantren ini !
jika memang ingin mengetahui kekerasan di ponpes ini, mendaftarlah. berpura-pura menjadi santri baru, dan dekati santri lama.
beberapa dari teman saya yang pernah mengunjungi saya dan memberikan makanan ke penjara saya masih ada disana. setidaknya mereka pernah menolong saya dengan cara membantu saya menelfon ibu saya agar saya dijemput. karena, setelah seminggu saya dipenjara, ibu saya belum tau kabar bahwa anaknya dipenjara karena tuduhan yang TIDAK MASUK AKAL..

mohon maaf jika kiainya baca ya. kalau memang anda benar, tentu anda berani bicara dipublik, LOSER!

Anonim mengatakan...

Itu smua fitnah..sy sndri santri temboro..mslh pmbkrn rmh almrhm zarkasi it adlh oknum temboro.. Artiny bkn kslhn ponpes temboro.. Contoh: kl org islam ad yg mmbnh,brzina,dll it adlh kslhn oknum islam it sndri, bkn kslhn islam ny..kl mslh sntri yg dihkm it sdh mnjdi prturn ponpes hrs di pnjra.. Jd kl g mau dihkm ya jgn mmbuat kesalahan..alhmdllh sy slma 4thn di tmbro blm prnh dihkm pnjra..

Anonim mengatakan...

Para pelaku adalah oknum santri Al Fatah. Pihak pondok menyerahkan kasus tersebut ke pihak berwenang. Para pelaku sudah ditangkap dan dihukum, kalau masih ada yang borun itu urusan yang berwajib. Permasalahan hukum ada di pihak berwenang, tidak ada intervensi dari pondok. Soal ganti rugi saya tidak melihat adanya kewajiban bagi Al Fatah untuk melakukannya karena pondok tidak pernah menginstruksikan pembakaran tersebut. Kalau sejumlah mahasiswa melakukan tindakan anarkis, lantas apakah pihak kampus tempat mereka kuliah wajib melakukan ganti rugi? Kalau sejumlah siswa SMP/SMA melakukan tawuran/pengeroyokan/pemerkosaan sampai mati, pembakaran, pelemparan dan perusakan, apakah pihak sekolah mereka wajib ganti rugi?

Anonim mengatakan...

hahaha bu endang mau nyalon dewan dr partai gerinda,,menurut kalian2 kira2 jdi gak ya impian bu endang?? kalo jadi.. wah lucu bgt.

Anonim mengatakan...

Ini pernyataan kapolres Magetan soal kasus pembakaran oleh santri Temboro. Pihak pondok menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib


Pelaku Bom Molotov Ditangkap PDF Cetak E-mail
Thursday, 07 May 2009

Magetan,(APIndonesia.Com).Tim Satuan Reserse Kriminal Polres Magetan, Jatim, menangkap 5 orang pelaku pelemparan bom molotov yang meludeskan rumah Ny Endang Sri Maryati, warga RT 08/RW 02, Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Minggu (3/5) malam lalu.

Para pelaku dibekuk di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah hingga kini masih dititipkan di Polres Sragen. Kelimanya merupakan santri dari salah satu Pondok Pesatren (Ponpes) di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan.

“Kami berterimakasih sekali kepada pihak Ponpes Temboro yang sudah membantu pihak Kepolisian menyerahkan ke-5 tersangka tersebut,” ujar Kapolres Magetan AKBP Jacob Prajogo, Kamis (7/5).

Namun sejauh ini, pihaknya belum bisa memberikan identitas ke-5 tersangka tersebut. Hal ini dilakukan, karena ada indikasi pelaku pembakaran rumah agen PJTKI dengan cara di bom Molotov tersebut berjumlah lebih dari 5 orang.

Ke-5 tersangka tersebut warga Sulawesi, Sumatra dan Kalimantan, soal motif sejauh ini masalah keluarga. Tersangka marah karena adiknya yang informasinya pacar dari anak Ny Endang (korban) diduga berada dirumah korban tersebut. “Sejauh ini Polres Magetan hanya menangani masalah pidananya saja. Kemungkinan dari lima tersangka pelaku pembakaran tersebut masih akan berkembang,” tandas Kapolres Magetan.

Seperti diberitakan sebelumnya, rumah Ny Endang Sri Maryati, ludes diamuk si jago merah, diduga karena lemparan bom molotov dilakukan sejumlah massa. Dalam kejadian itu, Ny Endang Sri Maryati dan anaknya Zakarsi terpaksa dilarikan ke RSUPP Jatim dr Soedono di Kota Madiun, Zarakasi menderita luka bakar cukup serius mencapai 60%. Sedangkan, Ny Endang hanya sedikit saja terkena api. (ag)


sumber :

http://apindonesia.com/new/index.php?option=com_content&task=view&id=2813

Anonim mengatakan...

aku gak ngomentari tentang kasusnya zarkasyi. Tp kok ada yg aneh di paragraf pertama, setahu aku suami bu endang belum meninggal dunia. Tp kok di tulis meninggal dunia ya...

Anonim mengatakan...

BahayA

Martha mengatakan...

Al-Fatah pesantren besar, makin besar Pesantren, ujiannyapun akan makin besar.

Kalau cuma karna murah santrinya banyak, alasan yang tidak masuk akal.karna dapat makan gratis tapi di siksa dg tuduhan2?gratis saja pun orang tidak akan mau... Penjara tuh gratis, dapat makan gratis.

Silahkan pergi kunjungi desa temboro, jangan satu dua jam, sebulan kalau perlu tinggal disana , saksikan sendiri fitnah ini benar atau tidak.

Barang siapa yang menantang perang kepada wali2 Allah, maka hakikatnya dia ngajak perang sama Allah.Wali2 Allah adalah orang yg dekat dengan Allah.Apakah kalian yg senang memfitnah sudah begitu hebat amal solehnya, di akhirat semua yg di fitnah akan menuntut kalian yg sening memfitnah.

Anonim mengatakan...

saya adalah mantan santri temboro,kalau saya ingat2 semasa disana rasanya hati ini miris...pasalnya kehidupan disana sarat dengan kekerasan,bila kami berkelahi tidak ada yang misahin...memang sih ajarannya tidak ada yang sesat tapi disana para ustadznya suka bertindak semaunya dan suka menggunakan kekerasan..dengan cambuk,rotan,kayu dll...sungguh suatu penegakan disiplin yang kurang tepat..krn bukan displin yang didapat malahan trauma yang diderita para mantan santri..satu hal lagi di temboro itu layaknya negara dalam negara contohnya setiap 17 agustus disana tidak ada seremoni apapun..yang seakan2 mereka tidak berdiri di tanah indonesia.mereka juga suka main hakim sendiri

shameel Iskandar mengatakan...

Assalamualaikum.
Saya dari Malaysia. Untuk pengetahuan sahabat dari Indonesia, pesantren Al-Fatah Temboro ini juga amat terkenal di kalangan ahli Jemaah Tabligh dari Malaysia. Seorang sahabat saya amat taksub dengan Pesentren ini. Terima kasih kerana info ini. Sekarang baru saya tahu, ia tidak seindah yang diceritakan sahabat saya.

Anonim mengatakan...

assalamualaikum sahabat2 ku,,,,,sy terus terang miris membaca coment2 kalian d sini, org yg tidak suka dgn pospen n agama kita akan tepuk tangan,jgnlah kita terpecah belah dgn kejadian yg sdh terjadi, do'a kan saja semoga kita selalu di lindungi oleh Allah SWT dan selalu di beri hidayah, sayangilah amal kita yg sudah kita dapat,jgn kita buang dengan menggunjikngan satu sama lain akhirnya membuang aml kita,,,,insyaallah kami pun akan memasuk kan anak kami,,,

Anonim mengatakan...

semga Allah SWT mengampuni segala dosa n perbuatan kita amin,,,,,ya Allah kami titipkan anak kami di pasantren temboro,kelak jagalah anak2 kami di sana,kami ingin anak kami menjadi anak-anak yg soleh,kami ucapkan puji dan syukur atas kepercayaan engkau yg telah memberi kami anak laki2,,,aminn ya Rab

slamet alfian mengatakan...

omong opo podoan.... penting mangan wareg ga usah bahas wong liyo

Anonim mengatakan...

Kenapa tidak ada yang mengucapkan Demi Alloh, atas comentar" nya...jika kalian menganggap benar smua comentar" kalian, maka kalian pun harus berani bersumpah atas Nama Alloh SWT!!!

bozifa mengatakan...

.maaf..pak,mohon cek and ricek..karena dua ini isinya 2..ada misionarisnya orang kafir ada misionarisnya orang mu'min,..anak2sya 4 dsana alhamdulillah smakin lama akhlak mrka smkin lembut(qurrota a'yun)pnydap pandangn mata trhdap smua orang..klo ahli ma siat wajar ada yg suka ada yg tidak,..ingat percayalah dngn kbnaran jngn prcaya dngn brita spihak...mari kta lhat dari jarak dkat,tak ada mnusia smpurna mari sling mnympurnakan..islam itu indah dan blum pernah mlihat keindahan suatu desa selain desa tmboro...padahal ku dkliling luar jawa bahkan pe afrika smoga Allah swt mmberi hidayah srta prtolonganNya tuk kita smua trmasuk bu endang bsrta konco2 ne mks mhn maaf

Anonim mengatakan...

Sudah tau kan...
Tanya Aja daerah Karangrejo, Karas, dan sekitarnya daerah Magetan tau kok kalo temboro itu gak se indah kabarnya...
Ngawi, Madiun, Ponorogo aja tau...padahal daerah 40Km dari temboro...
Kalo tanya orang temboro itu salah...
Karna yang di tanya juga grup mereka...
Tanya daerah Mantren Misalnya, Gunungan, Maospati, pasti pernyataan jawaban mreka tidak seindah info Temboro...
Kecuali kalo anda pingin Khuruj...
Monggo...
Atau tanya daerah Karas, Sukomoro dll....
Knapa saya Hapal daerah situ, karna memang saya daerah situ....

Lux Ferre mengatakan...

Astagfirullah,, Mas yang menulis blog, sampean itu ngakune "pekerja hukum dan sosial" tapi nulis artikel ngawur aja gak nggawe pakem blasss. sampean nulis ini sudah dicermati baik2 toh?? wong semua tulisan sampean itu ga obyektif blas, subyektif kabeh plus ngawur gak gae dasar babar pisan. apa sampean sudah konfirmasi ke pihak pondok Al Fatah??, kok yang sampean tulis dari satu sisi sumber,e!! mana dasar dan bukti mediasi pihak MUI?? apa dasar dan bukti tulisan sampean "kepolisian tidak menyentuh bla.bla...". kalau sekedar asal nulis saja aku ya bisa mas, misal kalau saya nulis bahwa saya dapat info valid bahwa sampean PKI gitu kira2 bagaimana??. yang koment juga sableng kabeh, bocah labil kabeh sing komentar ga genah. @vira rasya, pantesan sampean dituduh zina, wong klakuane memang gak genah, sampean ngaku dulu di temboro, tapi lihat pakaianmu, bangga tubuhmu dilihat semua lelaki?? masyaAlloh, Malu pak Kyai punya murid kaya kamu, malu Baginda Nabi punya umat seperti kamu. untuk perhatian, temen2 saya banyak yang ustadz di temboro, dan rata2 mereka berwiraswasta, jadi dengan tegas saya katakan, BOHONG BESAR!!!! kalau pihak pondok melarang ustadznya untuk mempunyai usaha sampingan di luar pondok. FITNAH yang dilontarkan di sini adalah sebuah "Pembunuhan Karakter" yang jauh lebih keji daripada membunuh. bagi siapa saja yang ingin mengetahui bagaimana kah sebenarnya pondok pesantren Al Fatah Temboro, silahkan datang langsung di lokasi, insyaAlloh selalu terbuka untuk semuanya. PS: bagi yang mengaku alumni dan menyebar fitnah di sini, semoga Alloh segera memperbaiki hati dan ahlak kalian.

nur asifah mengatakan...

Setelah membaca comen" di atas insya allah tdk menyurutkan niat saya untuk mondok di pesantren Al fatah temboro, muat mas at mba tolong bantuan nya, krn sebelum nya saya berasal dari sumatra jadi kurang begitu paham menuju temboro, syukron

umar abdullah mengatakan...

cerita ini tidak ada benar nya dan bertolak belakang dari apa yang saya dengar selama ini tentang ponpes al fatah temboro jika ini memang benar apa buktinya??
sebaik nya kalian jangan mengumpul kan berita hanya dari 1 atau 2 org saja buktinya kalo memang cerita nya betul knp ndak pernah msuk di berita??

dan cerita ini ndak akan membuat saya mengurung kan niat saya untuk mondok di al fatah temoro!!

INGAT!! FITNAH LEBIH KEJAM DARI PADA PEMBUNUHAN!!

Anonim mengatakan...

hati hati...dg menulis..apalagi menulis di media sosial online. semua tulisan diatas meskipun dihapus,akan tetap tersimpan di server. bagaimana kalau sampai terjadi sprt kasus florence sihombing.

ahlu sunnah mengatakan...

Dizaman Nabi SAW dimadinah ada para munafik yg menjelek2an Nabi SAW.maka tidak aneh bila orang sholeh seperti kh uzairon yg mengikuti jejak Nabi SAW mendapat ujian yg sama.semoga derajat beliau diangkat ALLAH SWT dan dilindungi dari bibir hasad..

Anonim mengatakan...

buat apa ribut dan coment dak jelas.lebih baik diam klau ndak tau ya.Agama Islam itu baik yang ndak baik orang2nya.jikalau sholatnya seorang hamba Alloh benar niscaya akan benar tingkah dan lakunya.jadi sauara2 kita yang membakar rumah zarkasy jikalau benar termasuk yang belum benar sholatnya.syukron.

champretitem mengatakan...

Cari berita itu harus benar2 jelas mas. Jangan cuma jadi satu pihak. Jadi bener 2 harus tabayun sebelum diziarkan. Itu cuma suara dari bu endang,coba tanya mas suara dari pihak pelaku ,atau tanya ma zarkasi kenapa dia sampai di bakar. Untung ngga dirajam

Lovely Ann mengatakan...

Saya dulu santri al fatah juga sebagai anak desa ( sebutan santri yang berasal dari penduduk lokal temboro). Saya berani bersumpah apa yang di tulis pada artikel tersebut mengenai ustadz yang tidak di perbolehkan mempunyai usaha sampingan itu salah besar. Kalau tidak percaya silahkan tanya pada pemilik toko al madinah dan alfakih di dekat pondok putra itu. Kebetulan beliau tetangga saya dulu. Beliau juga pengajar dan juga berwiraswasta.
Kenapa bpk2 dan mbk2 yang komentar di atas begitu sangat membenci al fatah mungkin karena dulu nya kurang bisa mengerti aturan yang ada di sana lalu boyong sebelum tamat. jika kalian tidak mau berterima kasih pada pesantren yang memberikan kalian pengetahuan agama setidaknya janganlah turut mengaminkan fitnah. Wassalam

ابدالله mengatakan...

استغفرالله العظيم

@syantik mengatakan...

Yang pernah fitnah pondok dan guru2 nya kalau tdk cepat taubat terus hidup nya susah karna kualat sama orang2 sholeh,,ingat aja sm fitnah nya......siapa yg perang dgn kekasih ALLAH dia sdh nyatakan perang dgn ALLAH....fitnah kamu akan kerasa di kubur sampai akherat....looooovveeee yooouuu my kiyai uzairon........maaf kan klo ada santri yg sableng gak amalkan nasihatmu...yg mondok nya aja niat nya gak jelas.maklumin waktu mondoknya aja ga tertib....biar akherat yg buktikan FITNAH ini.....

@syantik mengatakan...

Ingat fitnah kalian akan membuat hidup kalian susah kalo gak tobat.klo gak didunia ya diakhirat...looovvvveeeeeee kiyai uzairon......diakhirat.sakiiittttt hatiiiiii guru2 ku ada yg fitnah.....tapi aku gak lupa klo ALLAH swt maha adil...

Ah.Has.ALGHIFARY mengatakan...

W mantan santri mboro, w ngerasain dihukum, dipenjara, tapi w terimakasih sama pondok + romo kyai karna mereka w sadar kalau w memang salah dan sewajarnya dihukum seperti itu..
W malah gak setuju sama hukuman yg sekarang. Denger2 dari alumni2 yg baru katanya hukuman sekarang langsung dipulangkan..
Ingat pendidikan keras. Dan dakwah hikmah.
Perumpamaan aja pondok itu bengkel ketok magic. Ada mobil penyok ada yg cukup diketok pelan ada yg perlu di panaskan.. santri beling ada yg cukup dibentak ada yg perlu dipukuli.. Gak bisa pakai cara itu ya pasti di bakar juga sama SANG KHOLIQ.

Yg punya blog ini mungkin orang yg belum tahu agama atau memang syirik dengan PON PES ALFATTAH
By ASHHABUL HAMMAM SUNAN BONANG

Poe han mengatakan...

Saya setuju dengan mas dzul.

Poe han mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Poe han mengatakan...

Saya setuju dengan mas dzul.

kahar anato mengatakan...

Sy mantan santri temboro. Slama sy ditemboro sy merasakan indahnya agama. Ditemboro rasa persaudaraan sangat tinggi. Kyai di sana juga sangat baik.sy memang tidak sampai selesai di temboro tp sampai skrng sy kangen sama keadaan temboro. Tiap hari disana kehidupan sy sewaktu disana sngat penuh dengan kenyamanan. Walaupun kadang qt mkan seadanya tp subhanallah terasa keberkahannya.ibu endang klo mau fitnah berarti ibu endang ini salah tempat memfitnah. Temboro itu sangat jauh dr yg anda fitnahkan. Temboro adalah sumber ilmu dan agama.panutan para ummat

Andy Abdulloh mengatakan...

Ibu endang sudah meninggal dunia

Anonim mengatakan...

thn 2003 sy pernah ikut khuruj k temboro, suasananya adem ayem, tenang n damai, ribuan santri tp g pernah berisik, sy cm liat skilas cm 10 hr dsana tp betah, sampai2 sy g pingin pulang, tp kyai uzairon mnasehati sy supaya pulang krn sy ada kwajiban lain yaitu kerja n kluarga, smpai detik ini kesan ttg al fatah temboro sangat baik n damai. alhamdulillah sy ada niat mmasukan 3 putra sy jd santri d al fatah, semoga Allah meridhoi pesantren2 dakwah spt al fatah temboro

oon oon mengatakan...

Saya bukan cuma dengar dengar... Bahkan waktu kejadian saya ada di temboro... Dan oknum pelaku ada yang pernah sekamar waktu di pondok... Ini tidak ada kaitan dengan pondok... Korban terakhir mau wafat pun meminta maaf sama Kyai 'Uzairon...

rahmadani hasibuan mengatakan...

Ana salah satu hmb Allah yg mondok di al-fatah,yg ana rasakan disna sangat hangt suasana yg pnuh dgn bahagia krn kami smua sll diajarkan agama yg smpurna.1 hal yg perlu kita hrus faham bahwa istri2 kiai ikhlas dimadu salah satunya teman sya hafsah aminuddin,beliau ikhlas krn Allah.jd ana hrap jgn mengklaim sesuatu padahal tidak tau kebenarannya.pesan ana klo kita mau slmat dunia dan akhirat jgn suka menilai diluar dari kita,coba nilai diri kita sendiri,agar menjadi lebih baik dan mualia di hadapan Allah Swt.amin

ahmad salam mengatakan...

Mbok yo sg rukun sesama muslim....anaku wess 3th neng temboro...aku isin nek anakku muleh byen anakku sring tak ajar ala militer ...saiki gantian aku sg diajar....atiku gembuk diantemi..
Aku iso merasakan...bedakno.pinter. .sugih gagah..ternyata rano apa"ne menowo dibanding anak sg hormati wong tuwo...aku yo pernah ktm karo beliau...rasane ky nemu emas...

Septiayu Ashari mengatakan...

Ya Allah...��

Saya mikir lagi deh klo gt... antara temboro atau gontor.. kalau bgini.

Unknown mengatakan...

Assalamualaikum
1. Kalau negara kita beriklim dingin seperti di Eropa atau kutub, masih masuk akal kah kita memakai jubah?...jubah hanya budaya, sama halnya dengan berkuda dan memanah..kita Indonesia punya pakaian sendiri yang lebih mencerminkan iklim tropis kita.
2. salut sama budaya shalat berjamaah, semoga bisa menyebar luas ke suluruh muslim di Indonesia.
3. Salut juga sama pendidikan agama yang diberikan, tidak ada yang menyesatkan (mengarah ke paham terorisme). tapi apakah kehidupan ini hanya sesingkat memikirkan akhirat???? dunia juga penting bung!! ketika mark zukersberg sudah membuat facebook, apa yang sudah islam hasilkan? hanya cacian makian, begitu juga dengan perkembangan teknologi yang ada, macam HP, Motor, Mobil, dsb......dimana muslim?...... (yang ngerasa oknum, palingan hanya bisa mencela,menghina,memboikot,membakar, ujung2nya juga tindakan teror, karena merasa kalah dengan bangsa lain) ....mending sekolah ke Univ Negri yang sudah jelas produknya! ada UIN,UI,UGM,ITS,IPB,ITB dll...(agama dapat, dunia jg gak ketinggalan macam manusia gua)
4. lihat salah satu etnis di Indonesia yang semakin menguasai perekonomian....mereka terus tumbuh, dan kaum muslim dengan tipe "yang seperti ini" hanya bisa melongo n "yang dibilang oknum" nanti main hakim sendiri
5. Bagaimana dengan hubngan dengan kaum agama lain? apa mereka dianggap hewan, sehingga tidak layak untuk dperlakukan baik seperti kita mmperlakukan sesama muslim? kita hidup di Indonesia dengan berbagai macam suku. mereka juga bagian dari Indonesia yang ikut memperjuangkan kemerdekaan, jadi hormatilah mereka....dan yang penting hormatilah perayaan kemerdekaan, karena kemerdekaan ini mahal harganya. NKRI harga mati bung! (kalo pngen buat negara sendiri, cari tempat diluar Indonesia)
6. Terakhir, faham seperti ponpes ini samapai kiamat pun tetap ada (yang merasa paling benar, merasa paling islami, merasa paling sempurna). tapi toh gak akan berkembang luas, karena kita adalah INDONESIA yang menghormati keberagaman suku dan budaya, bukan sekedar berkehidupan jubah.
Wassalam

Anonim mengatakan...

setuju sama atas saya . yang poin ke - 6, nambahin sedikit aja ."faham seperti ponpes ini samapai kiamat pun tetap ada " , iya pasti akan tetap ada , bukan cuma ada , tetapi akan menguasai dunia !!! , iya itu

Anonim mengatakan...

Insya Allah

miftah farid mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
anisa nur hanifah mengatakan...

maaf y sy ikut komen memang sprti itu adanya di ponpes alfatah tidak santri putra tdk pula sntri putri smua sm aj,didlm asrama sngat mnyedihhkan memang tdk ada ajaran sesat tp kekerasan di dlm ny bnyk skali. sy alumni alfath thn 2001 sy kluar dri alfath krn difitnah mencuri dan tangan sy dicambuk hingga memar dan brdarah krn sy dipksa untk mangaku mn mngkin sy mengaku kalau sy tdk mlakukan ny sy pun smpai kpn pun tdk akn prnh memaafkan hal it smpai mati.dan kelak di akherat sy akan mnuntut smua yg telah memperlakukan sy tdk selayakny manusia

Tony Prasetyawan mengatakan...

Saya asli maospati
Rumah saya winong gulun bersebelahan lgsung dengan area pondok temboro.
Saya islam biarpun Rumah saya hanya berjarak skitar 1 km dari pondok pesantren tapi saya bukan orang pondok.
Saya pernah ke pondok waktu acara pondok romadhon acara dari skolah waktu bulan puasa itupun cuma 4 hari pagi berangkat sore pulang.
Kami damai disana,hawanya sejuk,adem,ayem dan tentrem. Antara santri laki-laki dan perempuan sudah memiliki lokasi sendiri-sendiri dan rumayan jauh jaraknya.
Menurut saya kalaupun ad hal-hal yang berseberangan dengan apa yang saya liat dan alami disana seperti semua pendapat sedulur skalian mgkin itu dikembalikan saja ke diri masing.
Yg perlu jadi catatan itu sebenarnya jangan memaksakan kehendak.
Kalau hati anda bilang A jangan dipaksa untuk ke B bahkan lgsung k Z
Begitupun putra/putri anda yg akan anda masukkan ke suatu pondok/skolah yg tidak sesuai pilihan hatinya.
Hasilnya akan berbeda dengan ap yg anda harapkan.
Anak,saudara,keluarga akan lebih bisa di atur kalau masih dalam lingkup keluarga.
Bukan malah dititipkan.
Bisa jadi juga anak terlalu dikekang dalam keluarga sehingga minta masuk pondok/skolah yg malah ujung"nya dia lebih leluasa untuk bergerak.
Intinya tu sebelum membuat keputusan dilihat,dipelajari,dipahami dan benar" yakin dengan keputusan. Seperti anda semua meyakini adanya manis pahit,siang malam,halus kasar,panas dingin. Tapi jangan lupa juga ada Allah SWT yg akan menilai semua apa yang kita lakukan. Biarlah yg sudah berlalu. Berdoa saja semua diberi jalan terbaik dari Allah yang memiliki segalanya.
Kalaupun negara tidak bisa adil,masih ada pemilik alam semesta yang sudah menyiapkan hukuman yg lebih adil.
Anda semua tahu setelah minum kita tidak haus
Setelah makan kita kenyang
Begitupun kalau anda semua mau berdoa,berusaha dan selalu berfikir positif pasti semua ad imbal baliknya.
Percaya saja kalau ad yg lebih adil,berkuasa dan mengayomi kita semua sesuai ap yg kita kerjakan yaitu Allah SWT.
Kalaupun semua pendapat negatif di atas benar" terjadi,cari atau mintalah keadilan ke Allah SWT jika anda semua tahu kalau hukum negara tidak bisa membantu.
Jangan berlarut pada kejadian yg sudah terlanjur terjadi.
Jadilah lebih baik,positif,sesuai apa kata hati serta tidak berseberangan dengan apa yg telah dipesankan Allah SWT lewat semua janjinya yang begitu indah.

Mohammed Rangga mengatakan...

semoga yg nulis dpt barokahnya pak...dosa ente udah banyak..ulama ini pak...bahasa lo ky tukang somay..haksss!!!

kandangpring-sigit mengatakan...

Pantas aja itu pesantren jamaah tablig , saya sendiri pernah ikut di jt dari manhaj nya saja jelas menyimpang. Lihat aja dari kitab kitab dan rujukan ulamanya akan ketahuan hakekat jt itu.

Erani Sari Putri mengatakan...

Hati hati fitnah...zaman ni gampang aj org2 yu TDK suka DG dakwah Islam memfitnah...yg jelas dakwah DG mengikuti sunah Rosululloh saw akan dilindungi Dan dibantu oleh Alloh swt, termasuk dilindungi dr fitnah...

Muhammad Alfian mengatakan...

Mas mondok di al fatah itu mbayarnya 400 anda jangan mengarang2 cerita dan menjelekkan nama baik al fatah
Untuk masalah hukum cambuk itu sudah tidak ada
saya berbicara disini sebagai salah satu dari santri al fatah
Sekarang saya mau tanya kpada saudara memang nya saudara ini siapa koq berani2 nya berkomentar seperti itu??anda kiyai?santri?
Kalau saudara tidak tahu apa2 lebih baik diam

Muhammad Alfian mengatakan...

Saya minta kepada saudara supaya menghapus postingan ini agar tidak terjadi salah faham karena pandangan masyarakat awam terhadap ponpes alfatah sangat bagus karena memang sesuai kenyataannya

Anonim mengatakan...

iya tuh kadang suka pesantren yang pake cadar macam ninja santriwati nya dikawinin sama pengasuhnya

Anonim mengatakan...

Bismillahirrohmanirrihim,...sholawat pada Nabi saw mudah2an dilimpahkan kepada KH Gus Ron rah dialam qubur nya...dan menjadi bekal untuk santri2nya meneruskan perjuangan Rasulullah saw...//saya memohon ampun kepada Allah swt....dan mudah2an Allah swt mengembalikan orang2 yg penuh kedengkian/berhajat untuk memusnahkan agama yg sekarang ini telah berkembang berkah izin Allah swt untuk pesantren AL Fatah yg di asuh pendahulunya KH Gus Ron rah.///Oleh karena belajar dalam ilmu, mengetahui sejarah perkembangan Islam sejak Rasulullah saw membawa agama, hingga sekarang..supaya tidak terpancing oleh kaum Kuffar yg memanfaatkan orang islam yg dangkal pikirannya, yg bodoh dalam agamanya, yg juga penuh dengan hati iblis, mereka tidak akan berhenti sebagaimana Musailamah al kadzab membabi buta memurtadkan org islam ketika wafatnya Rasulullah saw.//lewat dari cerita2 yg berkembang melalui 'siibu' ini, sampai meyakinkan orang bahwa berita itu seolah-olah benar adanya.///Na'udzubillah..///KH Gus Ron dan semua guru2 pengasuh, telah terlibat dalam amalam USAHA NABI SAW....dengan penuh tawadhu dan memegang 6 sifat yg (diprakarsai oleh Syeikh Ilyas rah)...shg, benar2 menjadi teladan bagi semua santri yg belajar di ponpes al fatah ini///semua santri tetap belajar yg baik ikuti arahan masyaikh lewat guru2/pengasuh....kalo toh ada(menemukan seorang) yg berkata sebaliknya, maka tidak usah dihiraukan...karena mereka sesungguhnya syeithon berbadan manusia...///saya juga sudah banyak menganjurkan kepada kolega2 saya utk membawa putra/putrinya masuk kepesantren al Fatah...//karena di Indonesia, al Fatah ini lah yg terbesar dan benar2..membawa misi Rasulullah saw...dengan USAHA DAKWAHNYA....Demi Allah...bahwa Usaha Dakwah yg dibawa oleh Syeikh Ilyas rah inilah yg paling Murni 100%....tidak ada keraguan lain...oleh karena nya Kita mohon kepada Allah swt, agar menjaga pesantren ini hidup hingga kiamat kelah...dan menjadi saksi di yaumil masyar...///wassalam ( anwar ibnu Jakarta)...

Anonim mengatakan...

Wahai santri2...tulisan yg ke 2 saya ini..adlah...////Betapa anehnya mereka yg berkata buruk terhadap pesantren al Fatah ini, sudah kehabisan imunisi, sehingga dijaman sekarang ini (dalam hadits Nabi saw mengatakan...mahfum nya adalah begitu banyak fitnah berhamburan, dan fitnah ini akan memakan amalan2 sipembuat fitnah, bahkan menampung/mengambil dosa2 dari orang yg di fitnah,....)..itulah muflis atau bangkrut...setiap kali bayan yg disampaikan KH Gus Ron rah ini isinya secara keseluruhan adalah mempersiapkan qubur dan amalan2 sebelum mati, begitu bertubi-tubinya (seolah-olah pandangan qubur telah didepan mata ketika KH Gus Ron 'bayan)...sehingga hampir2 tidak ada celah yg masih tersisa untuk 'tidak memikirkan qubur'...///DAHSYAT SEKALI bayannya...///jadi kalaolah masih ada orang2 yg berbicara menjelekkan KH Gus Ron rah...atau ponpes Al Fatah ini, saya sangat sangat menganjurkan untuk minta maaf (sekarang juga)ke qubur pa KH Gus Ron, (jangan anda ber pikiran orang yg sudah pulang ke akhirat tidak bisa mendengar,, itu anda hrs syahadatain kembali,...karena Allah swt lewat quran berfirman bahwa orang yg beriman mati atau meninggal dunia menuju akhirat mereka hidup dan mendapat rezekinya dari ALLAH swt....hati2 membuat pernyataan atau lisan nya)...Komentar2 yg 'miring' saya anjurkan mminta maaf kepada KH Gus Ron rah...///anda memfitnah..sedangkan yg di Fitnah sudah di akhirat bersama Rasulullah saw dan para sahabat rhum...Mereka2 itu sedang dijamu oleh Allah swt....di tempat lain anda asyik mengerjakan pekerjaaan syeithon laknatullah alahi....///( anwar ibnu jakarta)

Lucha bin Atang mengatakan...

bagi sesiapa yg mencoba membuat fitnah, silahkan anda tulis sebanyak banyaknya.KH Gus Ron rah, adalah seorang wali Allah, begitu anda berkomentar yg buruk, seketika itu juga anda melawan Allah swt da Rasulullah saw...//KH Gusron rah, menghidupkan usaha da'wah langsung bimbingan dari ayahanda yg juga langsung diundang datang ke mesjid Banglawali,Nizamuddin India....di 270 negara sudah tersebar usaha da'wah...//didalam usaha da'wah ini 100% usaha da'wah Rasulullah saw...selain dari itu bukan da'wah Rasulullah saw//da'wah dibawa dengan kerisauan da mujahadah, TIDAK PERNAH TERJADI, TIDAK PERNAH ADA SEJAKA JAMAN TABI'IN SD JAMAN IMAM IMAM ABU HANIFAH RAH...sd Syeikh Ilyas rah...usaha da'wah ini diselipkan dengan kekejaman atau melukai orang (baik muslim maupun non muslim)...karena didalamnya ada 6 sifat, apabila orang2 yg tidak pernah tersentuh usaha da'wah atau belum pernah mengambil usaha ini....///DIPASTIKAN DIA AKAN MEMBUAT PERNYATAAN PERNYATAAN SYAITHON...sangat sangat bathil....///anwar ibnu

Anonim mengatakan...

Yang diungkapkan Vira rasya mungkin betul adanya.
Karna dr pengalaman sy sendiri juga pernah mengalami semasa di alfatah,sy kenal Zarkasi anknya baik rajin dn tdk pernah ngganggu/musuhi temen2nya,zarkasi kebetulan jg temen sy dr kelas satu mts sampe kelas dua MA tp beda kelas antara A dan B.sy mau cerita sedikit yg pernah sy alami dr semua yg pernah sy alami selama hampir 5th di alfatah.awalnya begini ketika mau sholat subuh kebetulan didepan kamar sy dibuat bljar klompok untuk anak (MI) pengurusya ustad Gufron asal pekalongan tepatnya dikamar D1 ketua kompleknya waktu ust muzairon dari ngawi,sy dan temen sy irwan, dibagunin oleh ust gufron pake air dua ember yg buat cuci kaki diambil dr bawah tempt wudlu.lalu sy dn irwan bgun pas sy kluar dr kamar D1 utk prg ke masjid ust Gufron bilang " Sesuk teruske neh yo leee " sy mnjwab " Teruske teruske to " knp irwan tdk mjwb krn irwan gk tau mksdya krn bkn org jw.trus malemnya shbs mkan malam sy dipanggil untuk dtg ke kantor keamanan dn sy dtg ke kantor keamanan teryata sy di kasih hadiah dengan cambukan pake rotan oleh ust gufron beberapa kali dan rambut saya dipotong tidak rata alias dibotak2in sama ust gufron,dn info yg sy dger ust gufron sdh (almarhum),itu hny sdkit crta sy sbnrya msih banyak yg sy alami alfatah,tp bagi sy tdk apa cuman sy disini pgen ngasih msukan ,smisal diberi sanksi ya jgn kekerasan dirubah dgn yg mendidik jgn pke kekerasan.
Sy jg knl dn jg temen baik sams Fatoni,sy kenal Fatoni dr dia ikut khidmatan bagian kbersihan sampe bagian masak sya tau krn stiap lbur hr jumat sy disuruh ke dapur dmn fatoni ikut khidmatan,dn skr dia sdh mnjd ust dn pengurus/keamanan di alfatah,tmen2 sya yg skr mnjadi pengurus dialfatah ada ust mustofa dr magelang (temen sy dr kls 1 mts smp 2 MA dia jg temen baik almrhum zarkasi )ust paryono ,ust Bejo keduanya dr Bogor,salam buat temen2 yg masih dialfatah smoga bisa meniggalkan kekerasan dn megganti dgn kebaikan yg mendidik dan menjadikan kejadian yg menimpa temen kita saudara zarkasi(alm),menjadi pelajaran terbaik buat kita smua dan kita bs mngambil hikmah dr kjdian ini.dan smg alm zarkasi diterima disisi Allh swt amiiin,,,,.

Salam cah Demak

Anonim mengatakan...

Sblmya mohon maaf kang Dzul syaiful mubarok,bknya sy mmbela siapa2 disini kita tdk bs lsg memfonis klo itu bnr adanya dn itu tdk bnr adanya .klo santrinya brtambh byk brti kjadian itu tdk bnr adanya.jgn lsg difonis sprti itu.krn kejadian pembakaran yg mengakibatkan rmh terbakar dn saudara zarkasi mnggal akibat pembakaran itu benar adanya.jd jgn kang Dzul memfonis sprti itu,entah itu yg bnr dn yg salah siapa perbuatan pembakran tdk dibenarkan.klo kang Dzul pernah dger kasus di
IPTDN itu siswanya ada yg mnggl akibat dr kkerasan seniornya tp mahasiswa tdk berkurang dn pindah dri situ bahkkan bertambah ,sprti halya di ponpes Alfatah bukan berkurang dn org tuanya mmbawa plg anaknya tp mlah bertambah byk,karna stiap org islam mmbutuhkan ilmu agamma untk bkl di dunia dn akhirat,apalagi sbg org tua pasti dn pasti mnginginkan anknya untuk bljr ilmu agama,saya kira krg lbhya sprti itu kang Dzul ,tanpa mngurangi rasa hormat .

Salam Cah Demak

Anonim mengatakan...

Kang alfian klo mmg hukuman cambuk atau kekerasan sdh tdk ada atau sdh tdk brlaku syukur alhamdllh bgus kang bs diganti dgn sanksi atau hukuman yg mendidik,klo kang alfian tdk pernh mglmi alhmdllh,klo sy pernah walapun cambuknya smpe patah kang gpp kok,smpe skr ustnya juga masih kang disitu.
Di Alfatah yg di ajarkan smua bgus ,cmn ksh masukan ja kang klo bs jgn di kasih sanksi menggunakan kekerasan .

Pena Hidayah mengatakan...

Jangan Membuat Fitnah" !!!
mau jadi TENTARA AJA Mujahadah, masa mau masuk surga mau enak2.. mujahadah donk, 99,999 % warga banyak memihak ke Ponpes.

Pena Hidayah mengatakan...

Tau gak cara jadi KOPASSUS??
atau TNI,??
Atau POLISI?
atau SATPAM??

ada ujian FISIKNYA bung... masalah dunia dapat gelar dunia siap di uji,
masalah agama gak mau??
anda ni macam munafik,
dicambuk pun tidak masalah.,. demi pendidikan.

Pena Hidayah mengatakan...

Taubatlah saudara !!!
jangan buat fitnah

Krisna Kris mengatakan...

Saya alumni ALUMNI ALFATAH TEMBORO dan setelah keluar dari ponpes Alfatah, saya mondok lagi keliling tanah jawa. TIDAK ADA PONDOK PESANTREN YG PALING LENGKAP, PALING BAGUS DAN PALING MURAH DAN BERKUALITAS DALAM MELAYANI UMAT SELAIN ALFATAH TEMBORO !!!! pesantren alfatah temboro IS THE BEST !!!!

Krisna Kris mengatakan...

PONDOK PESANTREN ALFATAH TEMBORO adalah ponpes terbaik setanah Jawa!!!

Krisna Kris mengatakan...

PONDOK PESANTREN ALFATAH TEMBORO adalah ponpes terbaik setanah Jawa!!!

Danang dista mengatakan...

Bukan tulisan dari blog nya yg menarik,, tapi perdebatan di atas,,,,

Danang dista mengatakan...

Gontor atau tebu ireng jombang

Suin Rudianto mengatakan...

Perlu tabayyun jangan asal menulis artikel namun jauh dari fakta nanti makah jadi fitnah..
Saya bagian dari wali santri alfatah temboro yg merasakan perubahan baik pada anak saya di pondok tahfidz putra dan putri

Sulton Mahmud mengatakan...

Duh gusti !gk ngikuti belas reekk! Kok ada kjadian bgini.��
Aq melu komen ah....
Klo aq sih yes ya....prlu dicatat ora ono pesantren sg kyok mboro.masio tah aq gk suwe melu gumbul kang santri.tapi isok ku ngerti alif bengkong yo ndek mboro.mek onok kjadian elek kok dikaitno ambek pondok yo iku jelas gaweane .....(isi dewe).jalan mudah gawe nggoyang jamaah tabligh yg notabene brmuara di alfatah yo fitnah.masio tah sempat gawe miris ati.tapi yakin dalan sg dipilih yai uzairon iku bner lan ora bakal dislewengno generasine.masio tah kewibawaan bergeser tapi ora bakal mlenceng teko dalan opo sg dipilih yai uzairon.mek mslah artikel blok ndek dokor iku.tak guyu tok reekkkkk....masio tah aq wes suwe metu tko alfatah masio tah aq blarah tapi yakinku tetep wutuh karo alfatah...masio tah aq ora patek pinter. Tapi mek ndelok artikel iku yo gk kiro goyang ....ngapunten ngge poro ustat sg mnowo melu komen...iki ora mslh penting wong cuma artikel ae..isok disulap trgantung amplope...tp mek pngen kbenaran kjelasan yo konfirmasi dewe...sg pntg apapun makannya minumnya tetep teh botol sosro����������

Sulton Mahmud mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
hafidz akbar mengatakan...

Rindu temboro

Rabkha Akbar VEVO mengatakan...

Saya alumni Alfatah mboro
Menurut saya banyak orang berlebihan meng agung-agung kan pesantren tsb, terlebih lagi santri dan asatid atau kiayi nya yg taqlid (mengekor banget) mengamalkan amalan yg berlebihan tidak ada panduan ny spt khirzijuga,istigosah an, yasinan dihari Jumat,suluk dll, wajar si secara manhaj tabligh, tau sendirilah kaya gimana
Selama disana saya tidak diajarkan tentang Sunnah sebenarnya, eitss jangan ketipu pakaian boleh Sunnah tapi secara manhaj dan Aqidah jauh dr Sunnah

Terlebih lagi saya masih kecewa Abang saya stres setengah gila padahal sudah hafidz pulang2 dr pondok ya terpaksa saya cabut juga

Saran saya mau Mondokin anak ke pesantren pilih saja pesantren salaf saja terima kasih

agungsusilo338@gmail.com mengatakan...

masyaallah mari bertaubat,,, istigfar semuanya...astagfirullahal adzim...

Muhammad ayub mengatakan...

Antara temboro dan krincing magelang, jadi nya ke krincing lah

Anonim mengatakan...

Maaf mas to bersumpah dg nama Allah bukanlah alat mainan..tp merupakan ikrar tertinggi dan hanya boleh d lakukan bila dalam keadaan terpojok hingga nyawa yg jadi taruhannya..bila tidak percaya silahkan anda cari d Syarah Fathul Mu'in.... Sekian dr saya santri mboro

Anonim mengatakan...

Benarkah.... ?padahal banyak org2 Sri daerah yg anda sebutkan selalu berkunjung ke markas temboro untuk mendengarkan kajian,mencari ilmu, meminta nasihat dll..mungkin anda mendapat info yg kurang jelas atau mungkin info dari org2 yg tidak suka dg temboro....jika ingin tau SPT apa temboro silahkan datang dan lihat sendiri seperti apa jngan cuman 1 hari apa lg cuman bbrapa jam karena setiap hari selama 1 Minggu temboro memiliki program2 yg berbeda...sekian dr saya santri temboro

vandi adam mengatakan...

Hadeuh.... Kasian banget org yg dangkal ilmunya perkara yg begitu jelas masih d salahkan..apakah anda sebodoh itu hingga menyimpulkan apa yg d ajarkan d Alfatah masih jauh dr kriteria sunah.... Itu yg salah bkan apa yg d ajarkan mas to otak mas yg terlalu dangkal....